Rapat Implementasi Rancangan Proyek Perubahan Peserta PKN II Fachriansyah, S.IP., M.Si




Dalam rangka implementasi penyelesaian Rancangan Proyek Perubahan pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan V Tahun 2026, peserta PKN II, Fachriansyah, S.IP., M.Si, melaksanakan rapat koordinasi bersama tim efektif dan para pemangku kepentingan di lingkungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat. Dengan judul Rancangan Proyek Perubahan SI-BAJA MENTOK: STRATEGI INTEGRASI WARISAN BUDAYA SEJARAH DAN PENGEMBANGAN PARIWISATA SEJARAH DI KABUPATEN BANGKA BARAT MENUJU PUSAT DESTINASI WISATA SEJARAH NASIONAL

Rapat ini bertujuan untuk memastikan seluruh tahapan pelaksanaan proyek perubahan jangka pendek selama dua bulan dapat berjalan sesuai target serta menghasilkan keluaran yang mendukung transformasi tata kelola kebudayaan dan pariwisata berbasis digital menuju destinasi berkelanjutan dan peningkatan nilai tambah ekonomi daerah.

Dalam rapat tersebut dibahas beberapa agenda strategis, yaitu:

1. Pembentukan Tim Efektif Proyek Perubahan sebagai motor penggerak implementasi program, dengan pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas agar pelaksanaan proyek dapat berjalan secara terarah, efektif, dan terukur.

2. Pelaksanaan Forum Group Discussion (FGD) bersama seluruh pemangku kepentingan (Multihelix) yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan masyarakat. FGD bertujuan menghimpun masukan, menyamakan persepsi, serta membangun komitmen bersama dalam mendukung keberhasilan proyek perubahan.

3. Penyusunan draf Peraturan Kepala Daerah tentang Pedoman Integrasi Kebudayaan dan Pariwisata sebagai landasan hukum dalam mengintegrasikan pengelolaan potensi kebudayaan dengan pengembangan sektor pariwisata secara berkelanjutan.

4. Penyusunan pola perjalanan wisata (travel pattern) lintas kecamatan yang menghubungkan potensi sejarah dan budaya di Kecamatan Mentok dan Kecamatan Tempilang secara lebih adil dan terintegrasi. Pola perjalanan wisata ini diharapkan mampu memperluas sebaran kunjungan wisatawan, meningkatkan lama tinggal wisatawan (length of stay), serta memberikan dampak ekonomi yang lebih merata bagi masyarakat di berbagai wilayah.

Fachriansyah menyampaikan bahwa proyek perubahan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan tata kelola kebudayaan dan pariwisata yang lebih inovatif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Meningkatnya PAD, Pertumbuhan Ekonomi Sirkuler serta pemberdayaan SDM. 

Rapat berlangsung secara interaktif dengan berbagai masukan konstruktif dari peserta dan tim, yang selanjutnya akan menjadi bahan penyempurnaan rancangan proyek perubahan sebelum memasuki tahapan implementasi berikutnya. Seluruh anggota tim menyatakan komitmennya untuk mendukung keberhasilan proyek perubahan sebagai upaya meningkatkan daya saing sektor kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Bangka Barat.