Perang Ketupat Tempilang Tahun 2026




Perang Ketupat Tempilang daya tarik wisata budaya di Bangka Barat, tradisi ritual adat turun-temurun masyarakat Tempilang dilaksanakan setahun sekali di Pantai Pasir Kuning menyambut datangnya bulan suci Ramadhan pada bulan Ruah (Sya’ban).

Perang Ketupat tahun 2026 dilaksanakan Minggu pagi, (08/02/26) sebagai ritual tolak bala dan bersih-bersih kampung (taber kampong) serta ungkapan rasa syukur  masyarakat mengadakan sedekah ruah.

Pemkab Bangka Barat terus mendukung pelaksanaan Perang Ketupat yang telah ditetapkan oleh Kemendikbud RI tahun 2014 menjadi Warisan Budaya tak benda (WBTB) Indonesia.

Perang ketupat ini merupakan perang persahabatan, masyarakat saling melempar ketupat melambangkan persatuan warga. Tradisi ini diyakini sudah berlangsung dilaksanakan sejak ratusan tahun dari para leluhur sebagai simbol perlawanan menjaga kampung.

Pelaksanaan Perang Ketupat 2026 di Pantai Pasir Kuning berjalan lancar kondusif antusias dihadiri ratusan masyarakat dan tamu undangan jajaran Pemerintah Prov Kep Bangka Belitung, Forkopimda Bangka Barat.

Rangkaian Perang Ketupat juga diisi dengan atraksi tarian tradisional Serimbang, Tari Kedidi, silat Seramo dan melarung perahu.

Bupati Bangka Barat Markus mengatakan, Perang Ketupat Pemkab Bangka Barat telah memasukkan dalam Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah ( PPKD) tahun 2025-2029, serta upaya menjadikan kegiatan budaya skala nasional dilakukan kurasi ditahun 2024 oleh Balai Pelestarian Kebudayaan V Provinsi Jambi- Kep. Bangka Belitung sebagai wujud penguatan kualitas acara.

Di tahun 2026 ini Pemkab Bangka Barat membantu pelaksanaan kegiatan Perang Ketupat sebesar 173 juta rupiah, dengan rincian 53 juta dari APBD Kab. Bangka Barat dan 120 juta disumbang dari 6 desa di Kecamatan Tempilang dengan besaran 20 juta. Dari Desa Air Lintang, Benteng Kota, Sinar Surya, Tanjung Niur, Sangku, Tempilang.

Video selengkapnya dapat mengunjungi instagram kami disini.