Dodol Bergema Desa Penyampak Tahun 2026
Pemkab Bangka Barat melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata fasilitasi tradisi tahunan Dodol Bergema Desa Penyampak Tahun 2026, (27/01/2026).
Dodol Bergema merupakan tradisi unik di Desa Penyampak, Kec. Tempilang, Kab. Bangka Barat, Prov. Kep. Bangka Belitung yang menghadirkan puluhan kawah untuk memasak dodol.
Kegiatan membuat dodol ini dilakukan oleh masyarakat Muslim Desa Penyampak. Sampai saat ini masyarakat Penyampak masih terus menjaga tradisi turun- temurun dari pendahulu membuat penganan dodol tradisional dalam menyambut ruah datangnya bulan Ramadhan, juga sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen serta mempererat silaturahmi.
Pembuatan dodol tradisional Penyampak dilaksanakan Selasa pagi, (27/01/2026). Di lapangan Bola Penyampak. Terlihat jajaran tungku di bawah tenda dengan kepulan asap kayu api meyala, para warga saling bergantian gotong royong memasak adonan dodol dari pagi hingga adonan matang di sore hari.
Seremonial acara dihadiri Wakil Bupati Bangka Barat H. Yusderahman sekaligus membuka acara. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Bangka Barat Fachriansyah turut mendampingi, hadir Forkopimcam Tempilang, Kades se Bangka Barat, perwakilan Pemerintah Prov. Kep. Bangka Belitung Skretaris Disparbudkepora Ade Irma, serta dihadiri ratusan masyarakat sekitar.
Acara dodol bergema Penyampak juga akan berlanjut hingga puncak ruah, dari 28 Januari- 1 Februari 2026 diisi dengan kemeriahan pesta rakyat, lapak UMKM serta hiburan musik penampilan artis- artis lokal.
Yusderahman mengatakan pemkab Bangka Barat Alhamdulillah kalau kita lihat ada 50 lebih kawah Dodol hanya ada di Desa Penyampak ini tidak ada di Indonesia lainnya ataupun di luar negeri.
Kegiatan ini dilakukan pada bulan Syaban setiap tahunnya, sebagai kegiatan menyambut bulan Ramadhan tujuannya dalam mempererat silaturahmi masyarakat Desa Penyampak.
Pemkab Bangka Barat telah menetapkan dodol bergema di Desa Penyampak ini sebagai adat istiadat dalam pokok pikiran kebudayaan daerah Kab Bangka Barat tahun 2025-2030.
Kegiatan ini di dukung Pemkab Bangka Barat dengan memfasilitasi dana sebesar 50 juta rupiah, sebelum-sebelum ada sekitar 10 juta.
Yusderahman meyakinkan insya Allah Bupati kita kalau masalah kebudayaan ini diprioritaskan dana atau disuport oleh Pemerintah Daerah Kab Bangka Barat alhamdulillah dapat 50 juta tahun ini. Semoga acara ini dapat meningkatkan potensi daerah tidak hanya sektor budaya juga dapat meningkatkan sektor pariwisata dan industri kecil lainya.
Kades Penyampak Doni mengatakan jadi dodol bergema ini rasa syukur dari hasil panen kita hasil panen kita yang sudah kita dapat sehingga warga kita itu yang dulu itu masih kelompok kecil masih dalam satu rumah itu beserta tetangganya itu melakukan bentuk rasa syukurnya itu dengan membuat makanan khas desa Penyampak seperti dodol bu ajit atau wajik bahasa Indonesia, dan makanan khas desa Penyampak yang lain dan kami singkat ceritanya dari pemerintah desa berinisiatif untuk mempersatukan untuk memajukan untuk mengembangkan adat kita sehingga kita satukan di satu lapangan kita bergotong royong kita bersatu dalam tujuan yang sama, dan nanti makanan has kita ini yang kita buat pada hari ini dodol kita ini akan kita rayakan akan kita pestakan bahasanya di acara sedekah ruah kita, nanti tanggal 1 Februari 2026, jadi itu singkat ceritanya silahkan untuk seluruh masyarakat Bangka Belitung ke Desa Penyampak pesta adat sedekah ruah tanggal 1 Februari 2026 datang, mari kita cicipi has oleh-oleh dari Desa Penyampak, dodol namanya terima kasih juga Dinas Kebudayaan pariwisata Pemda Bangka Barat dalam hari ini Bupati dan Wakil Bupati Bangka Barat yang sudah support kita,”ungkapannya.